Sabtu, 13 Juni 2009

ASAM, BASA, DAN GARAM

ASAM, BASA,DAN GARAM
Oleh : Dini Indriani

Standar Kompetensi : Memahami klasifikasi zat
Kompetensi Dasar : * Mengelompokkan sifat larutan asam, larutan basa dan larutan
Garam melalui alat dan indicator yang tepat.
* Melakukan percobaan sederhana dengan bahan-bahan yang
diperoleh dalam kehidupan sehari-hari.

Pada bab ini kamu akan mempelajari istilah asam, basa, dan garam.Kamu akan mengetahui bahwa zat-zat kimia yang ada di sekitarmu banyak sekali, ada yang bersifat asam, basa, atau garam.
Untuk zat yang bersifat asam, mungkin kamu lebih banyak mengenal, seperti jeruk nipis yang di dalamnya terdapat zat kimia yang disebut asam sitrat yang bersifat asam.Asam cuka dan yoghurt merupakan jenis larutan yang dibuat dari proses fermentasi dengan zat kimia bersifat asam.Bagaimana dengan zat kimia bersifat basa dan garam ?Apakah hanya garam dapur yang termasuk golongan garam ?Untuk mengetahuinya pelajarilah materi ini dengan baik.

A. Identifikasi senyawa Asam , Basa, dan Garam
Apa yang kamu ketahui tentang hydrogen klorida( HCl), natrium hidroksida (NaOH), dan natrium klorida (NaCl) ?
Hidrogen klorida adalah senyawa asam yang lebih dikenal dengan nama asam
klorida
Natrium hidroksida adalah senyawa basa, juga dikenal sebagai soda api.
Natrium klorida merupakan senyawa garam yang lebih dikenal sebagai garam dapur. Senyawa asam, basa, dan garam banyak dijumpai dalam kehidupan sehari-hari.Di toko obat kamu dapat membeli obat yang berfungsi untuk mengontrol tingkat keasaman perutmu, yaitu puyer atau tablet antasid.Kamu juga dapat membeli bahan di toko pupuk yang berfungsi menurunkan tingkat keasaman tanah pertanian.Pada pelajaran ini kamu akan mempelajari tentang obat atau bahan-bahan tersebut bekerja sehingga dapat berfungsi sesuai dengan yang kita inginkan. Bagaimanakah cara membedakan senyawa asam, basa, dan garam?
Untuk membedakan ketiga sifat senyawa tersebut dapat digunakan indicator.Indikator asam basa merupakan senyawa kimia yang berubah warna saat ditetesi zat yang bersifat asam atau basa.Indikator asam basa dapat berupa kertas lakmus merah dan biru, indicator alami, atau pH meter.
1. Indikator Alami
Indikator adalah suatu senyawa kompleks yang dapat bereaksi dengan asam dan basa.
Untuk menentukan sifat asam atau basa, kamu dapat menggunakan indicator bahan alam yang berwarna, seperti kulit manggis, kunyit, dan bunga kembang sepatu.Caranya, bahan-bahan tersebut dihaluskan dan diberi air sehingga diperoleh ekstrak bahan alam sebagai indicator alami.

Ekstrak kunyit yang dilarutkan dalam air pada keadaan netral akan berwarna kuning.Jika ditetesi larutan asam, warna kuning tersebut akan berubah menjadi kuning cerah, sedangkan jika ditetesi larutan basa, warna kuning akan berubah menjadi jingga kecoklatan.
Ekstrak kulit manggis pada keadaan netral berwarna ungu.Jika ditetesi larutan asam, warna ungu berubah menjadi coklat kemerahan dan jika ditetesi larutan basa akan berubah menjadi biru kehitaman.
Bunga kembang sepatu yang digerus dengan sedikit air pada keadaan netral akan berwarna merah (coklat sedikit ungu jika sudah kering), jika ditetesi larutan asam akan berwarna merah cerah, dan menjadi hijau jika ditetesi larutan basa.
Ekstrak kubis ungu juga dapat digunakan untuk menentukan sifat suatu larutan.Kubis ungu akan memperlihatkan perubahan warna sesuai kekuatan sifat asam maupun sifat basa.Perhatikan tabel berikut :
PERUBAHAN WARNA SIFAT LARUTAN
Merah tua
Merah
Merah keunguan
Ungu
Biru kehijauan
Hijau
Kuning Asam kuat
Asam medium
Asam lemah
Netral
Basa lemah
Masa medium
Basa kuat



2. Indikator kertas lakmus
Indikator kertas lakmus merupakan senyawa kimia yang dikeringkan pada kertas.Ada dua warna kertas lakmus, yaitu warna merah dan biru.Perhatikan tabel yang menunjukkan perubahan warna kertas lakmus berikut :
NO LARUTAN KERTAS LAKMUS
MERAH BIRU
1.
2.
3.
4.
5.
6. Asam klorida
Cuka makan
Air minum
Garam dapur
Soda api
Air kapur Merah
Merah
Merah
Merah
Biru
Biru Merah
Merah
Biru
Biru
Biru
Biru



B. Kelompok senyawa Asam, Basa, dan Garam
1. Ciri Senyawa Asam
Jika larutan hydrogen klorida diteteskan pada kertas lakmus biru, kertas
itu akan berubah menjadi merah. Berarti,hydrogen klorida bersifat asam.Begitu pula jika air aki diteteskan di kertas lakmus biru, lakmus biru akan berubah menjadi merah.Air aki mengandung asam sulfat yang bersifat asam.
Asam berkaitan dengan salah satu tanggapan indra pengecap kita terhadap suatu rasa masam.Kata asam berasal dari bahasa latin, yaitu acidus yang berarti masam.Senyawa asam banyak kita temukan dalam kehidupan sehari-hari, seperti pada makanan dan minuman.Selain, senyawa asam ditemukan pula dalam lambung yaitu asam klorida yang berfungsi membunuh kuman.
Jika hydrogen klorida (HCl) dilarutkan dalam air, senyawa itu akan terurai membentuk ion H+ dan Cl-, persamaan reaksinya dituliskan sebagai berikut,

HCl (cair) + H2O (cair) ion H+ (larutan) + ion Cl- (larutan)
Senyawa asam sulfat (H2SO4) jika dilarutkan dalam air akan terurai membentuk ion H+ dan SO42-, persamaan reaksinya dituliskan sebagai berikut:

H2SO4 (cair) + H2O (cair ) 2 ion H+ (larutan) + ion SO42- (larutan)
Dari kedua persamaan reaksi di atas , diperoleh ion yang sama, yaitu H+.Hidrogen yang bertanda positif itu disebut ion hydrogen. Kesimpulannya adalah, ciri senyawa yang bersifat asam adalah menghasilkan ion H+ jika dilarutkan dalam air.
Ion H+ pada kedua senyawa tersebut berasal dari atom H yang terdapat di dalamnya.Contoh rumus kimia senyawa lain yang bersifat asam, yaitu asam nitrat (HNO3), asam bromida (HBr), asam sulfida (H2S), asam fosfat (H3PO4), dan asam asetat / asam cuka (CH3COOH).Berikut ini adalah tabel contoh-contoh asam dalam kehidupan sehari-hari:







2. Ciri senyawa Basa
Asam dapat menyebabkan berbagai kerusakan karena sifatnya yang korosif.Salah satunya adalah peristiwa hujan asam yang akhir-akhir ini menimbulkan masalah lingkungan.Kita harus berhati-hati karena asam bersifat korosif atau merusak.Asam kuat dapat membuat kulit melepuh dan baju menjadi
Rusak. Asam kuat akan sangat berbahaya apabila mengenahi organ bagian dalam tubuh termasuk organ pencernaan.

2. Ciri senyawa Basa
Jika larutan natrium hidroksida diteteskan pada kertas lakmus merah, lakmus akan menjadi biru.Jadi natrium hidroksida bersifat basa, begitu pula air kapur.
Natrium hidroksida (NaOH) jika dilarutkan dalam air akan terurai membentuk ion Na+ dan ion OH-. Persamaan reaksi kimianya adalah sebagai berikut :

NaOH (cair) + H2O (cair) ion Na+(larutan) + ion OH- (larutan )
Senyawa kalsium hidroksida mempunyai rumus kimia Ca(OH)2, jika dilarutkan dalam air, senyawa ini akan terurai sesuai dengan reaksi berikut :
Ca(OH)2 (padat) + H2O (cair) ion Ca2+ (larutan ) + 2 ion OH- (larutan)

Dari kedua persamaan diatas akan terlihat adanya ion OH- pada kedua reaksi.Jadi ciri senyawa yang bersifat basa adalah menghasilkan ion OH- jika terurai dalam air.Contoh senyawa lain yang bersifat basa adalah: Kalium hidroksida (KOH), barium hidroksida (Ba (OH)2), dan ammonium hidroksida (NH4OH).
Berikut ini adalah tabel contoh-contoh basa dalam kehidupan sehari-hari.
Nama basa Contoh bahan
Aluminium hidroksida
Kalsium hidroksida
Magnesium hidroksida
Natrium hidroksida
Kalium hidroksida
Deodorant dan antasida
Plester
Antasida
Pembersih saluran pipa
Bahan sabun





















3. Ciri senyawa Garam
Pada saat larutan natrium klorida diteteskan pada kertas lakmus merah atau biru, kedua kertas tidak akan berubah warna.Artinya natrium klorida merupakan senyawa garam yang bersifat netral.Demikian pula dengan larutan kalium sulfat
Rumus kimia senyawa natrium klorida adalah NaCl, sedangkan kalium sulfat K2SO4.Dalam air, kedua senyawa itu akan mengalamireaksi sebagai berikut :
NaCl (padat) + H2O (cair) ion Na+(larutan) + ion Cl- (larutan)
K2SO4 (padat) + H2O (cair) 2 ion K+ (larutan ) + ion SO42-(larutan )
Karena tidak ada ion hydrogen (tidak ada H+), berarti kedua senyawa itu tidak bersifat asam.Begitu pula dengan tidak adanya ion hidroksil (tidak ada OH-), berarti senyawa tersebut tidak bersifat basa.Kesimpulannya jika suatu senyawa tidak bersifat asam maupun basa, maka senyawa itu disebut bersifat netral.Senyawa yang terbentuk dari reaksi asam dan basa disebut garam.
Asam + basa garam + air
Umumnya senyawa berupa garam bersifat netral.Contoh senyawa garam yang bersifat netral yaitu :
Bromida (NaBr)
Natrium nitrat (NaNO3), dan
natrium sulfat (Na2SO4)


Perhatikan tabel contoh garam dalam kehidupan sehari-hari.
Nama garam kegunaan
Deodorant dan antasida
Plester
Antasida
Pembersih saluran pipa
Bahan sabun
Penambah rasa makanan
Pengembang roti / kue
Pupuk dan bahan peledak
Pembuatan sabun dan kaca
Pembuatan detergen
Pembuatan baterai kering







C. Sifat-sifat Asam dan Basa
Senyawa asam bersifat :
- Korosif (dapat merusak logam dan marmer)
- rasanya asam
- bereaksi dengan logam tertentu menghasilkan gas hydrogen dan garam
- nilai pH kurang dari 7
- mengubah warna lakmus biru menjadi merah
- dapat menghantarkan arus listrik
Senyawa basa bersifat :
- kaustik (dapat merusak kulit)
- rasanya pahit
- licin seperti sabun
- nilai pH lebih dari 7
- mengubah warna lakmus merah menjadi biru
- dapat menghantarkan arus listrik
Senyawa garam bersifat :
- memiliki titik leleh yang tinggi
-
Di bawah ini merupakan tabel beberapa jenis indicator untuk menguji keasaman atau kebasaan yang sering dipakai di laboratorium;




indikator Warna dalam asam Warna dalam basa
Penambah rasa makanan
Pengembang roti / kue
Pupuk dan bahan peledak
Pembuatan sabun dan kaca
Pembuatan detergen
Pembuatan baterai kering
Merah
Lak berwarna
Merah
kuning
Biru
Merah
Kuning
Biru






D. Penentuan skala Keasaman dan kebasaan
Kamu dapat menentukan sifat senyawa asam atau basa dengan menggunakan kertas lakmus.Skala keasaman atau kebasaan suatu senyawa dapat diketahui dari nilai pH.

1. Skala keasaman
Kekuatan asam pada suatu senyawa berbeda-beda.Ada yang bersifat asam kuat , ada juga yang b ersifat asam lemah.
Contoh asam kuat :
- asam klorida
- asam sulfat
Contoh asam lemah :
- asam asetat (asam cuka)
- asam sitrat (pada jeruk)
- asam laktat (pada yoghurt)
Kekuatan asam dapat ditentukan dari skala keasamannya.Skala keasaman dinyatakan dengan pH.Nilai pH suatu senyawa berkisar antara 1 – 14.Untuk senyawa yang bersifat asam, nilai pH-nya lebih kecil dari 7 .







Semakin kecil nilai pH, sifat asam semakin kuat netral
Semakin kecil nilai pH pada kadar yang sama, semakinkuat asam tersebut.Pada suatu asam yang sama, semakin kecil nilai pH berarti semakin pekat larutan asam tersebut.Perhatikan contoh berikut :
a. Pada kadar yang sama, larutan asam klorida mempunyai nilai pH = 1, sedangkan larutan asam cuka mempunyai nilai pH = 3.Artinya, asam klorida lebih kuat disbanding asam cuka.
b. Larutan HNO3 mempunyai nilai pH = 1 dan larutan HNO3 lainnya mempunyai nilai pH = 3.Artinya, larutan HNO3 yang memiliki nilai pH = 1 lebih pekat dibanding larutan HNO3 yang memiliki nilai pH = 3.
2. Skala kebasaan
Senyawa natrium hidroksida bersifat basa kuat dan senyawa ammonium hidroksida bersifat basa lemah.Kekuatan basa dapat ditentukan dari skala kebasaan yang juga dinyatakan dengan nilai pH.Skala untuk kebasaan adalah lebih besar dari 7.






Netral semakin besar nilai pH, semakin kuat sifat basa
Semakin besar nilai pH pada kadar yang sama, semakin kuat sifat basa pada zat tersebut.Pada basa yng sama, semakin besar nilai pH, semakin pekat larutan basa tersebut.Perhatikan contoh berikut :
a. Pada kadar yang sama, larutan NaOH memiliki nilai pH = 13, sedangkan larutan NH OH memiliki nilai pH = 11.Artinya, larutan NaOH merupakan basa yang lebih kuat disbanding NH OH.
b. Larutan KOH mempunyai nilai pH = 13 dan larutan KOH lainnya mempunyai nilai pH = 10.Artinya, larutan KOH yang memiliki nilai pH = 13 lebih pekat dibanding larutan KOH yang memiliki nilai pH = 10.
3. Penentuan nilai pH
Pengukuran nilai pH suatu larutan asam atau basa dapat menggunakan larutan indicator, kertas indicator universal, atau pH meter

a. Larutan indicator Asam- Basa
Larutan indicator asam-basa merupakan senyawa kimia yang dapat berubah warna sesuai dengan perubahan pH.Sifat inilah yang dimanfaatkan untuk menentukan nilai pH suatu larutan.Perubahan warna dari larutan indicator memiliki rentang pH tertentu.Rentang pH disebut juga trayek pH indicator.
Bagaimana cara menentukan nilai pH pada suatu larutan ?
Mula-mula, suatu larutan indicator A diteteskan pada larutan yang akan diukur (sample), larutan itu akan berubah warna.Perubahan warna ini dicocokkan dengan trayek pH, barulah diperoleh perkiraan nilai pH yang pasti, digunakan tiga jenis larutan indicator atau lebih.Lakukanlah cara yang sama pada larutan indicator lain.
Perhatikan tabel trayek pH beberapa larutan indicator berikut ini :
Larutan indikator
Trayek pH
Perubahan warna

Metil Ungu
Metil kuning
Metil Jingga
Brom kresol hijau
Metil Merah
Bromtimol biru
Fenolftalein
Alzarin kuning
0,5 – 1,5
2,0 – 3,0
3,1 – 4,4
3,8 – 5,4
4,2 – 6,3
6,0 – 7,6
8,0 – 9,6
10,1 – 12,0
Kuning – Ungu
Merah – Kuning
Merah – Kuning
Kuning – Biru
Merah – Kuning
Kuning – Biru
Tidak berwarna- merah
Tidak berwarna - Ungu

























Penjelasan :
1. Indikator metil ungu ; jika larutan memiliki nilai pH < 0,5, warna menjadi kuning dan jika nilai pH > 1,5 maka warna menjadi ungu.
2. Indikator metil kuning : jika larutan memiliki nilai pH < 2. warna menjadi merah dan jika nilai pH > 3 maka warna menjadi kuning.
3. Indikator brom timol biru: jika memiliki larutan nilai pH < 6,0 warna menjadi kuning dan jika nilai pH > 7,6 maka warna menjadi biru.
4. Indikator alizarin kuning: jika larutan memiliki nilai pH < 10,1 larutan menjadi tidak berwarna dan jika nilai pH > 12 maka warna menjadi ungu.

b.Kertas indicator Universal
Dapat digunakan untuk menentukan nilai pH suatu larutan. Kertas indicator universal mempunyai empat buah garis warna: kuning, hijau jingga, dan jingga kecoklatan.
Kertas indicator tersebut dicelupkan pada larutan yang akan ditentukan nilai pH-nya.Ketika sudah tercelup, warna-warna pada kertas akan berubah warna.Keempat garis warna yang berubah dicocokkan dengan skla pH dari 0 sampai 14 yang terdapat pada kemasan kertas indicator.Perhatikan tabel urutan warna pada kertas Indikator Universal berikut ini .
Skala pH Urutan warna
Bawah Tengah 1 Tengah 2 Atas
0
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
Ungu tua
Ungu
Ungu Muda
Cokelat
Cokelat Muda
Kuning
Kuning
Kuning
Kuning
Kuning
Kuning
Kuning
Kuning
Kuning
Kuning
Kuning
Kuning
Kuning
Kuning
Kuning
Kuning
Kehijauan
Hijau pucat
Hijau
Hijau tua
Biru
Biru
Biru
Biru
Biru

Jingga
Jingga
Jingga
Jingga
Jingga
Jingga
Jingga
Jingga
Jingga
Jingga
Jingga
Kecoklatan
Coklat muda
Cokelat
Cokelat
Jingga
Kecoklatan
Jingga
Kecoklatan
Jingga
Kecoklatan
Jingga
Kecoklatan
Jingga
Kecoklatan
Jingga
Kecoklatan
Jingga
Kecoklatan
Jingga




C. pH Meter
Pengukuran pH yang lebih akurat dapat dilakukan dengan menggunakan pH meter.Elektrode pada pH meter dicelupkan ke dalam larutan yang akan diperiksa.Harga pH larutan dapat dilihat pada angka yang terdapat di layar alat pengukur.Pengukuran pH dengan pH meter lebih akurat dibandingkan indicator lainnya.



KEGIATAN ILMIAH SATU
Tujuan : Menentukan sifat asam dan basa dengan menggunakan kunyit sebagai indicator alami.
Alat dan Bahan :
Pisau, gelas, pipet tetes, larutan soda kue, larutan deterjen dan kunyit
Langkah Kerja :
1. Irislah kunyit dengan menggunakan pisau, masukkan kunyit hasil irisan kedalam air hangat dan amatilah ekstrak kunyit tersebut. Ekstrak kunyit yang dihasilkan merupakan indicator alami.
2. masukkan larutan soda kue dan larutan deterjen ke dalam gelas bening yang berbeda.
3. Tambahkan beberapa tetes larutan inkator yang diperoleh dari cara kerja no. 1
4. Amati perubahan warna pada larutan soda kue dan larutan deterjen
5. Tuliskan hasil pengamatanmu pada tabel dibuku latihan mu.
6. Buatlah kesimpulan dari kegiatan ini pada buku latihan mu.

KEGIATAN ILMIAH KE DUA.
Tujuan :
Membedakan sifat asam, basa, dan garam dari suatu larutan

Alat dan Bahan :
Pelat tetes, pipet tetes , kertas lakmus merah, kertas lakmus biru, larutan soda api, air aki, cuka makan, air kapur dan larutan garam dapur.
Langkah Kerja :
1. Letakkan lakmus merah dan lakmus biru dalam pelat tetes.
2. Teteskan setiap larutan yang telah kamu siapkan kedalam masing-masing kertas lakmus (terpisah).
3. Amati perubahan warna kertas lakmus
4. Tuliskan hasil pengamatanmu pada tabel seperti berikut pada buku latihanmu.
5. Buatlah kesimpulan dari kegiatan ini.
NO Larutan Kertas lakmus
Merah Biru
1.
2.
3.
4.
5.




















LEMBAR KERJA SISWA (LKS)

Tujuan :
Mengelompokkan larutan di sekitar berdasarkan sifatnya ( asam, basa, atau garam).

Alat dan Bahan
Kertas lakmus merah, kertas lakmus biru, air jeruk nipis , minuman bersoda, air teh dalam kemasan ( botol atau karton) ,cuka makan, shampoo, garam, air mineral dan larutan detergen.

Langkah kerja :
1. Celupkan kertas lakmus merah dan lakmus biru ke dalam setiap larutan
2. catat perubahan warna yang terjadi pada kertas lakmus
3. setelah mengetahui perubahan warna kertas lakmus, tentukan sifat larutan larutan tersebut.
4. Tuliskan hasilnya dalam tabel pada buku latihanmu
NO Larutan Kertas lakmus
Merah Biru
1.
2.
3.
4.
5.


KESIMPULAN :………………………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………………….
………………………………………………………………………………………………………
UJI PEMAHAMAN KONSEP
1. Buah X di haluskan dan ditambahkan air. Ekstrak buah tersebut diteteskan pada kertas lakmus merah dan lakmus biru. Ternyata kertas lakmus biru berubah menjadi merah dan lakmus merah tetap merah. Apakah sifat buah tersebut ?
2. Dari hasil pengujian pH suatu larutan dengan menbggunakan beberapa larutan indicator diperoleh data sebagai berikut.
Tentukan perkiraan nilai pH larutan tersebut!
3. Suatu larutan akan dianalisis pHnya dengan menggunakan kertas indicator universal. Ternyata setelah kertas indicator dicelupkan ke dalam larutan, keempat garis warna berubah menjadi (dari bawah ) ungu, kuning jingga, dan jingga kecoklatan. Berapa nilai pH larutan tersebut?
4. Suatu larutan akan dianalisis pHnya dengan menggunakan kertas indicator universal. Ternyata setelah indicator dicelupkan kedalam larutan, keempat garis warna berubah menjadi ( dari bawah ) kuning, biru, coklat dan coklat ungu. Berapakah nilai pH larutan tersebut ?







UJI KOMPETENSI
A. Pasangkan kalimat-kalimat berikut dengan daftar kata yang terdapat dalam kotak !
Asam asam lemah korosif fenolftalein
Basa indicator alam korosi kaustik
Garam lakmus merah indicator alkali
Asam kuat lakmus biru asam klorida basa lemah
PH meter indicator universal asam laktat basa kuat



1. Zat yang memiliki pH lebih dari 7
2. Sifat asam dan basa
3. Asam etanoat, asam sitrat dan asam basa
4. Hasil reaksi netralisasi antara sam dan basa
5. Mengubah warna kertas lakmus biru menjadi merah
6. Suatu zat yang digunakan untuk mendeteksi sifat asam basa suatu zat
7. Indikator yang terbuat dari zat warna tanaman
8. Indikator yang terdiri atas campuran berbagai zat warna
9. Nama senyawa asam yang terdapat pada lambung
10. Istilah lain untuk basa kuat

B.pilihan ganda.
Pilihlah salah satu jawaban yang kamu anggap palingbenar!
1. berikut ini merupakan sifat – sifat yang dimiliki asam, kecuali ….
a. bereaksi dengan logam mengasilkan gas hydrogen
b. terasa licin dikulit
c. menetralkan basa
d. mengubah warna lakmus biru menjadi merah
2. berikut ini manakah larutan yang akan berwarna merah apabila ditetesi dengan indicator fenolftalin ?
a. larutan asam jawa
b. larutan darah
c. larutan tomat
d. cairan pembersih kamar mandi
3. Berikut ini manakah yang merupakan asam kuat ….
a. larutan ammoniak
b. larutan asam sulfat
c. larutan asam sitrat
d. larutan asam cuka
4. Berikut ini adalah hal-hal yang berkaitan dengan garam kecuali ….
a. hasil reaksi antara asam dan garam
b. dihasilkan dari reaksi suatu logam dengan asam kuat encer
c. dihasilkan dari reaksi antara logam oksida dan air
d. dihasilkan dari reaksi garam karbonat dengan asam
5. Yang termasuk basa lemah adalah ….
a. soda kue
b. kaustik soda
c. natrium hidroksida
d. kaustik potas
6. Selain memberikan informasi mengenai sifat asam basa suatu larutan , indicator ini juga memberikan informasi mengenai harga pH suatu larutan . indicator tersebut adalah ….
a. indicator universal
b. kertas lakmus
c. fenolftalein
d. indicator alam
7. Bahan berikut yang bersifat basa adalah ….
a. cuka
b. sabun
c. jeruk nipis
d. air aki
8. Lakmus yang digunakan untuk mengidentifikasi larutan asam atau basa mempunyai dua warna, yaitu ….
a. merah, hitam
b. hijau, kuning
c. biru, hitam
d. merah, biru
9. Berikut ini cara yang dilakukan untuk mengetahui sifat asam atau basa pada larutan, kecuali ….
a. menggunakan kertas lakmus merah
b. menggunakan kertas lakmus biru
c. menggunakan indicator alami
d. dicicipi

10. Suatu senyawa dalam air menghasilkan ion hidroksil ( OH ). Larutan tersebut bersifat ….
a. asam
b. basa
c. netral
d. garam
11. Senyawa berikut yang menghasilkan ion hidroksil dalam air adalah ….
a. asam sitrat
b. asam sulfat
c. soda api
d. asam laktat
12. Nilai pH < 7 menandakan larutan bersifat ….
a. asam
b. basa
c. netral
d. garam
13. Larutan garam atau air yang bersifat netral mempunyai pH sebesar ….
a. 2
b. 4
c. 7
d. 10
14. Nilai pH yang mungkin untuk air aki dalah ….
a. 2
b. 7
c. 10
d. 12
15. Bahan yang mempunyai nilai pH lebih besar dari 7 adalah ….
a. air kapur
b. yoghrut
c. air jeruk
d. asam jawa
16. Salah satu ciri senyawa yang bersifat basa adalah menghasilkan ion ….dalam air
a. hydrogen
b. hidroksil
c. natrium
d. klorida
17. Suatu larutan dibuat dari ekstrak buah. Ketika diuji dengan kertas lakmus biru, kertas lakmus berubah warna menjadi merah. Sifat buah tersebut adalah ….
a. Basa c. asam
b. Netral d. garam
18. Ekstrak kunyit pada keadaan asam akan berwarna kuning cerah,
sedangkan pada keadaan basa berwarna jingga kecoklatan.Untuk
membuat nasi kuning, pada rendaman nasi dan ekstrak kunyit sebaiknya
ditambahkan perasan….
a. air jahe
b. air garam
c. air jeruk nipis
d. air kapur
19.Diantara larutan berikut yang dapat mengubah kertas lakmus merah
menjadi biru adalah….
a. larutan H2SO4
b. larutan KOH
c. larutan HCl
d. larutan HNO3
20. Jika kamu mengalami kecelakaan di laboratorium dengan kulitmu terkena asam kuat, maka sebaiknya kamu membersihkan kulitmu dengan….
a. sedikit air
b. air sebanyak-banyaknya
c. basa lemah
d. basa kuat

C. ESAI
Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini dengan benar !
1. Apakah yang dimaksud dengan asam ?
2. Jelaskan perbedaan asam dengan basa !
3. Sebutkan 3 contoh penggunaan asam dalam kehidupan sehari-hari
4. Sebutkan 3 contoh penggunaan basa dalam kehidupan sehari-hari!
5. Apakah garam itu ?
6. Sebutkan 3 contoh garam dan penggunaannya dalam kehidupanmu
7. Apakah yang dimaksud dengan indicator ?
8. Sebutkan contoh-contoh indicator !
9. Apakah yang dimaksud dengan indicator alami ?
10. Jelaskan langkah-langkah membuat indicator alami yang berasal dari kunyit !

KATA BIJAK :
Nilai Setiap Manusia terlihat dalam hasil karyanya































DAPTAR PUSTAKA




Djoko Arisworo, dkk., 2007. Ilmu Pengetahuan Alam (Fisika,BiologiKimia) untuk kelas VII smp, cetakan kedua, Bandung : Penerbit Grafindo Media Pratama.

Nurul Kamilati, 2006. Mengenal Kimia SMP Kelas VII, cetakan pertama,Kebumen : penerbit Yudhistira.

Ronald H. Sitorus. 2005. Rangkuman materi-materi penting Kimia untuk SMA, Bandung : Penerbit Pionir Jaya.

2 komentar:

  1. mohon koreksinya. ada beberapa yang salah tulis seprti

    2. Ciri senyawa Basa
    Asam dapat menyebabkan berbagai kerusakan karena sifatnya yang korosif.Salah satunya adalah peristiwa hujan asam yang akhir-akhir ini

    bukankah itu ciri2 senyawa asam??

    BalasHapus
  2. sepertinya apa yang ditulis pada komentar diatas leres banget.
    mungkin sang penulis hanya salah ketik.
    beberapa kali q juga salah ketik dan merevisi ulang di beberapa blog.

    BalasHapus